Berserk of Gluttony Chapter 6: Sisi gelap keluarga Heart
Translator: Raizu
Editor: Neko
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Aku kembali dengan berjalan kaki ke ibu kota Seyfat. Untuk menukar monster yang aku kalahkan karena hadiahnya, aku mengunjungi Fasilitas Pertukaran.
Ini adalah tempat yang penuh sesak dengan banyak prajurit yang kotor. Terkadang, kamu juga bisa mendengar perkataan kasar. Juga sering terjadi pertengkaran di depan resepsionis tentang tawar-menawar hadiah.
Ini akan merepotkan jika aku terlibat dengan orang-orang itu. Aku mengangkat bahu dan ngantri di barisan.
Seorang pria dengan tubuh yang bagus di depanku menatap dan mengangkat hidungnya ke arahku. Sepertinya dia berpikir bahwa berdasarkan penampilanku, aku yang melakukan ''berbagai macam tugas'' di party ku.
Itu agak nyaman bagiku sekarang.
Jika aku harus muncul dengan sejumlah besar bagian monster, semua orang akan berpikir (Ah, apakah kau seorang pesuruh di partymu?) Aku tidak akan menarik kecurigaan aneh. Kali ini, aku membawa 38 telinga goblin, jadi tidak akan begitu mengejutkan.
[Tolong, yang Selanjutnya]
Ups, ini giliranku menaruh tas ku di atas meja. Karena hanya tas kecil, telinga goblin keluar dari tas.
[Aku akan memeriksanya dulu… Ya tuhan..kau pasti banyak berburu. Apakah kau pergi berburu dengan sebuah party yang besar?]
[Eeh, ya, ya begitulah. Kami bekerja keras, menggabungkan usaha kami. Semua orang begitu bersemangat … Ku pikir]
Aku dengan putus asa membicarakan party imajiner di kepalaku, karena party itu sendiri tidak ada, aku hanya bisa membayangkan party hayalan. Lalu, Greed berbicara dalam pikiranku.
[Aku tidak bisa menahan diri untuk tidak tertawa]
[Diamlah].
Oh sial. Si resepsionis tidak dapat mendengar suara Greed, jadi dia menatapku dengan bingung. Itu karena aku tiba-tiba berkata [Diam] selama percakapan kita. Itu kumaksudkan untuk Greed, tapi sang resepsionis pasti berpikir itu untuknya.
[Maafkan aku.. bukan apa-apa.]
Aku memaksakan senyum dan tawa, entah bagaimana berhasil melepaskan diri darinya. Kupikir.
lega rasanya saat keluar dari Fasilitas Penukaran. Dalam percakapan dengan resepsionis, aku diberitahu bahwa biasanya orang memburu monster yang sama maksimal sepuluh per hari. Ketika aku menanyakan alasannya, dia menjelaskan bahwa jika kamu terus berburu monster yang sama, dendam yang disebut kebencian akan membuat monster tersebut secara agresif menargetkanmu.
Sekarang setelah kupikirkan, saat aku memburu para goblin tadi, di babak kedua, aku diserang seperti aku adalah pembunuh orang tua mereka …… aku mengerti.
Mulai saat ini, ketika aku menukarkan imbalan, akan lebih baik menahan diri pada 10 monster untuk di tukarkan seperti yang dilakukan prajurit lainnya. Mari kita menyerah lebih dari itu. Setiap kali, jika aku membawa sejumlah besar bagian monster, semua orang akan menganggapnya aneh. Meski bukan masalah besar, tapi mari kita memperlambat langkah ku.
Aku mengintip bagian dalam tas, berisi 3 koin perak dan 80 koin tembaga.
Ketika aku menyimpan uang selama lima tahun dalam kesulitan – aku hanya bisa mendapatkan 2 koin perak.
Sekarang, aku telah melampaui itu hanya dalam setengah hari.
[Apa yang telah aku lakukan selama lima tahun …]
Aku Semakin dekat mendapatkan kehidupan yang layak, aku semakin dipaksa menyadari betapa mengerikan dan menyesatkan duania yang pernah aku jalani sampai sekarang.
Sementara aku memikirkannya, kemarahanku terhadap kelompok Rafal semakin kuat. Mereka bilang aku sampah. Karena itu, aku tidak dibolehkan marah …… begitu kata mereka.
Guuuu …
Seakan-akan Rafal dan saudaranya mengisi kepalaku, perutku yang telah kenyang oleh goblin sampai sekarang, mulai menggeram. Seolah-olah mengatakan ''Aku ingin memakannya, aku ingin memakannya!''
Masih terlalu dini. Apalagi ada juga Roxy.
Itu bukan masalahku lagi.
Nah, apa yang harus aku lakukan dengan uang ini? Oh ya! pakaianku ditutupi dengan tambalan, jadi aku tahu kemana uang kuharus pergi.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
[Siapa pun bisa terlihat bagus dengan pakaian bagus, begitu ya]
[Diam]
Penampilan kotorku kini sudah bersih. Aku menggunakan dua koin perak di toko pakaian dan membeli pakaian yang sesuaikan dengan selera.
Dan juga, aku menghabiskan 50 koin tembaga untuk membeli sarung untuk Greed. Ditambah lagi 10 koin tembaga lagi untuk membersihkan minyak dan kotoran Greed juga.
Dengan ini, kalaupun aku pergi ke daerah tempat tinggal Ksatria Suci, aku tidak akan memberikan kesan buruk kepada para penjaga.
Jika kalian melihatku dari sudut manapun, aku hanya orang normal.
Aku pergi ke pintu masuk area Ksatria Suci dengan semangat tinggi.
Area Ksatria Suci berbeda dengan daerah lainnya. Sekitarnya berbatasan dengan tembok tinggi, agak seperti untuk menjaga kastil di dalamnya.
Ketika aku mengatakan namaku ke penjaga. Aku dibiarkan melawati bagian dalam. Sepertinya Roxy sudah mengatur semuanya sebelumnya.
Aku tidak yakin akan hal itu, tapi sepertinya mereka akan mengkomfirmasi sendiri untuk memastikannya. Dan sebelum itu, aku juga diapit oleh dua prajurit. Ini terlihat seperti aku melakukan hal yang buruk dan aku dikawal pergi.
Aku dipandu ke mansion, seperti yang diharapkan dari salah satu dari lima keluarga bangsawan besar di Ibu kota ini.
Aku tidak percaya mataku saat aku mendekati mansion. Bahkan orang idiot pun akan berpikir itu terlalu besar.
Salah satu tentara yang menemaniku, memasuki tempat dan melintasi kebun.
Dan kemudian, seorang gadis berpakaian putih keluar bersamanya. Dia adalah seorang gadis cantik.
[Apakah kamu baru saja tiba? aku telah menunggu]
Suara itu adalah Roxy. Karena aku hanya bertemu denganya saat menjadi penjaga gerbang, aku hanya tahu penampilannya dengan baju besi ringan. Dia terlihat seperti orang yang sama sekali berbeda dalam bajunya. Dia benar-benar sangat cantik.
Setelah mereka selesai mengkonfirmasinya, prajurit tersebut pergi.
Hanya kami berdua yang tersisa, dan mungkin karena aku menatapnya dengan wajah bodoh, dia membuka mulutnya.
[Apa ada yang salah?]
Roxy bertanya dengan penuh rasa ingin tahu.
[Nona Roxy terlalu cantik, jadi aku tidak bisa berhenti menatapmu. Maafkan aku]
Pipinya memerah, dan kemudian dengan lembut membersihkan tenggorokannya. (TL: ehemm, kurang lebih seperti itu)
[Aku terkadang mengenakan gaunku. Kamu juga, penampilanmu juga berbeda. Ayo, ikuti aku]
Terlepas dari tempat tinggalnya yang besar, sangat sepi. Aku belum melihat kemunculan seorang pelayanpun, ini sangat sunyi.
Aku berjalan di belakang Roxy sambil melihat halaman yang terpelihara. Ini sangat sepi.
Aku hanya bisa mendengar suara angin bertiup.
Diikuti oleh peluit kekosongan tak lama setelahnya. Saat kami sampai di depan mansion, kami bergerak ke sisi kanan. Hah? Kita tidak masuk ke dalam?
Bahkan jika itu adalah jenis suasana yang akan membiarkanku bertanya kepadanya apa yang sedang terjadi, aku tidak akan bisa mendengarkan penjelasannya. Saat kami maju sedikit lebih jauh,
[Ini adalah…]
Aku tidak bisa berkata lagi.
Melihat ke arahku, Roxy tersenyum lembut. Lalu, dia membungkuk dan meletakkan tangannya di batu nisan.
[Ayah, aku telah memutuskan untuk mempekerjakannya hari ini. Aku berharap hatiku dapat dihidupkan kembali dengan ini]
Aku tidak bisa memproses kata-kata yang Roxy katakan tadi.
[Ayahku, dia meninggal tiga hari yang lalu di Gallia selatan]
[Gallia?]
Jika aku tidak salah, itu adalah benua yang ditempati oleh monster. Apalagi, dikatakan monster di sekitar Ibukota Sayfat tidak cukup kuat untuk di bandingkan dengan mereka.
Tugas terpenting Kesatria Suci adalah menahan monster yang maju dari tempat itu ke kerajaan. Oleh karena itu, mereka dianugerahi pangkat tinggi dan bayaran yang tinggi dari kerajaan.
Namun, sejujurnya aku tidak menduga bahwa kepala keluarga saat ini dari salah satu dari lima keluarga bangsawan besar di kerajaan ini telah meninggal dunia.
Roxy berkata, seolah membaca kegelisahanku.
[Penyebab kematiannya bukan karena monster. Di Gallia, ada penyebab lain juga]
Setelah dia bilang begitu, aku hanya bisa memikirkan yang itu. Banjir, gempa bumi, tsunami, bencana alam yang disebabkan oleh itu.
Sebuah Bencana alam.... Tak peduli kekuatan apa yang kamu miliki, tidak ada cara untuk menghentikannya. Dengan kekuatan yang kuat, banyak dijadikan subjek kepercayaan dan beberapa orang mengatakan bahwa hal tersebut adalah kemarahan tuhan.
Jika kamu menjadi sasarannya, kau harus mempersiapkan kematianmu.
[Aku dengar bahwa tentara yang dipimpin ayahku semua dimusnahkan. Tak terpikirkan olehku, Naga terbang sejauh itu dari sarangnya … Bagaimanapun, kasus seperti itu belum pernah terdengar dalam beberapa ribu tahun terakhir ini.]
Sarang Naga terletak di pusat Gallia. Juga, dikatakan tidak pernah mendekati perbatasan Gallia. Namun, hal itu terjadi dengan tiba-tiba. Untunglah itu tidak terjadi dan berakhir.
Namun, ceritanya tidak berakhir bagi orang-orang yang tertinggal.
[Aku akhirnya selesai dengan pekerjaan pagi ini. Dengan pemakaman ayah dan banyak hal lainnya, sangat menyibukkan. Karena aku menggantikan posisi Ayah, aku sekarang secara resmi menjadi kepala Keluarga Heart]
Saat gadis ini menunjukkan begitu banyak kepercayaan pada saat yang sulit seperti sekarang, aku hanya bisa menundukkan kepalaku kepadanya.
Aku sama sekali tidak menyadarinya. Aku lihat wajahnya tampak seperti tak terjadi apa-apa saat kami berganti posisi, dan aku tidak tahu tentang kejadian di balik layar.
Bahkan dalam situasi seperti ini, Roxy tetap memikirkanku dan mengundangku ke sini.
Berbeda denganku disini, aku malah memikirkan bagaimana seharusnya aku menipu ayah Roxy yang akan mewawancaraiku tentang kekuatanku …
Roxy-sama, aku minta maaf, aku …
[Jangan membuat wajah seperti itu, ayo kita berdua membesarkan Keluarga Heart bersama-sama. Bisakah kamu melakukan itu?]
[Ya, dengan senang hati]
Hari itu, aku menjadi pelayan keluarga Heart.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tinggalkan jejakmu setelah membaca LN ini ya! jangan lupa saran dan masukannya!
Selanjutnya: Chapter 7
