Minggu, 11 Maret 2018

Berserk of Gluttony Chapter 2 Bahasa Indonesia


Berserk of Gluttony Chapter 2: Skill Gluttony Beraksi

Translator: Raizu
Editor: Neko

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Setelah meminum anggur milikku, aku memutuskan untuk pergi melihat situasi Roxy sebelum kembali ke rumahku. Karena masalah dengan kelompok Rafal, aku khawatir tentang dia.
Tak peduli betapa liciknya Rafal, kurasa ia tak akan langsung melecehkannya. Namun, senyuman yang tak kenal takut yang ditunjukkannya itu sebelum pergi, aku tidak bisa melupakannya.
Bahkan jika sesuatu terjadi, aku mungkin tidak bisa menjadi kekuatannya, tapi setidaknya aku harus bisa menjadi perisai manusia untuknya.

Dengan cahaya bulan di atas, aku bisa melihat lokasi di mana gerbang kastil berada. Dia sedang melakukan pekerjaannya dengan baik.

aku merasa lega, dengan ini aku dapat memiliki ketenangan pikiran, nampaknya kekhawatiranku tidak berdasar. Untuk gadis yang melakukan pekerjaannya dengan baik. [Roxy-sama, tolong lakukan yang terbaik], aku bergumam dalam hatiku.

Dan kemudian, ketika aku hendak kembali ke rumah, aku melihat ada bayangan yang menaiki dinding di sisi timur.

Tempat itu adalah titik buta Roxy dan penjaga lainnya, tapi aku bisa melihatnya dengan jelas dari tempatku berdiri.
aku yakin itu adalah pencuri. Pencuri itu tampaknya memanjat dinding dan ingin menyelinap masuk ke dalam kastil di tengah malam. Dengan tergesa-gesa, aku berlari ke arah Roxy yang berdiri sebagai penjaga.

[Roxy-sama, ini sangat mendesak!]

[Apa yang terjadi? Kamu belum pulang kerumah ...?]

[Saat aku sedang berjalan-jalan untuk mencari udara segar, aku melihat orang yang mencurigakan menyelinap ke dalam kastil. Orang itu naik dari dinding timur di sisi lain.]

[Benarkah!?]

[Tidak salah lagi. aku melihatnya dengan mataku sendiri]

aku merasa tidak enak karena tiba-tiba memintanya untuk mempercayaiku. Namun, setelah Roxy melihat ke mataku,

[aku percaya padamu. aku akan pergi ke tempat itu, bisakah kamu tetap berjaga di sini sementara waktu?]

[Ya, akan kulakukan]

Aku diberikan tombak dengan bercorak Kerajaan dari Roxy.

[Semoga keberuntungan bersamamu, Roxy-sama]

[Biarkan aku melakukan sisanya. aku memiliki senjata]

Dia mengeluarkan pedang perak putih dan berlari ke arah yang telah kutunjukkan. Sangat cepat ... Seperti yang diharapkan dari Ksatria Suci.
Sosoknya menghilang ke dalam kegelapan dengan cepat.

Lalu, aku mendengar jeritan seorang pria. Dengan mudah aku bisa membayangkan Roxy telah mengalahkan para pencuri satu per satu.
Dari jeritan yang kudengar, ada sejumlah besar pencuri. Dua, tidak, aku yakin ada tiga orang.

Tapi, Roxy adalah Ksatria Suci. Dia tidak akan mudah dikalahkan oleh pencuri. Benar saja, setelah keributan itu semuanya menjadi sunyi.
Sementara aku merasa lega karena sudah selesai, ada orang dewasa yang berlari ke arahku dari kegelapan.

Aku yakin dia adalah pencuri yang lolos dari Roxy. Saat mendekat, penampilannya berangsur-angsur terlihat jelas karena sinar bulan.
Aku menahan napas.

Lengan kanannya dipotong dan dia berusaha keras untuk menghentikan perdarahan dengan tangan kirinya, dia berlari ke pintu keluar tempat aku berdiri saat ini.
Kulitnya pucat, pasti karena anemia ekstrem karena banyaknya darah yang hilang.

Aku menyiapkan tombakku. Aku tidak bisa membiarkannya pergi. Terus terang, biarpun orang itu akan segera meninggal, dia adalah pencuri yang perlu dikalahkan.
Aku menggantikan Roxy sebagai penjaga gerbang, jika aku membiarkan orang ini pergi, aku akan menimbulkan masalah baginya. aku perlu membunuhnya.

Lawanku terluka. Aku harus bisa menjatuhkannya bahkan jika aku tidak memiliki kekuatan. Aku memfokuskan diri, dan menusukkan tombak itu sekuat tenaga ke tubuh pencuri.
Untungnya, tombak itu menusuk jantung sang pencuri.
Pencuri itu meraih tombakku sambil menatapku dengan marah. Sejumlah besar darah keluar dari dadanya dan kemudian keluar dari punggungnya.

Untuk sementara, tangan dan kakinya masih bergerak, lalu berhenti bergerak. Pencuri itu pasti telah meninggal dunia.

[Aku melakukannya, aku menjatuhkannya .... Eh !?]

Tiba-tiba, aku merasakan sesuatu mengalir ke tubuhku. Setelah itu, aku mendengar suara di kepalaku.

<Appraisal, Mind Reading, Concealment, One-handed sword mastery has been added to skills>

Ditambahkan ke status? Ditambah keterampilan? Apa suara ini, apa yang terjadi?
Dan kemudian aku merasa kenyang untuk pertama kalinya. Bahkan memuaskan rasa lapar yang tak terpuaskan sekalipun aku makan banyak. Saat ini, aku memiliki perasaan terbaik dan sangat puas.

Sementara aku masih direndam dalam euforia misterius, Roxy berlari menemuiku dengan panik.

[Apa kamu baik baik saja? Apakah kamu tidak terluka?]

Sementara dia bertanya demikian, dia meraih tanganku dan kemudian memeriksaku untuk luka-luka.

(Aku khawatir ... Entah bagaimana aku menjadi pucat ... Aaa, aku khawatir)

Apa? aku bisa mendengar suara Roxy langsung di kepalaku. Dia tidak berbicara, tapi kenapa aku bisa mendengar suaranya ?.

[Apa itu?]

[... Tidak, bukan apa-apa. aku tidak terluka sama sekali]

(Memang benar aku senang ... aku sangat senang)

Aku mendengar suara itu lagi mengatakan bahwa dia sangat lega atas keselamatanku.
Apakah ini pikiran Roxy? Dan kemudian, saat dia melepaskan tangannya, aku tidak mendengarnya lagi.

Ini memang aneh. Mungkin karena ketegangan dari pertempuran; Kudengar seseorang bisa terpengaruh oleh halusinasi pendengaran. Karena dia adalah Ksatria Suci, aku tidak bisa menyentuhnya lagi untuk memastikannya.

Ada 10 pencuri yang berusaha menyelinap masuk ke dalam benteng. Bahkan jika Roxy menjaga dirinya sendiri, dia cukup kuat untuk menangani mereka. Aku membunuh satu orang yang lolos darinya. Itu mungkin karena dia melukainya sampai keadaan sekarat.

Oleh karena itu, semua kredit itu seharusnya milik Roxy.

[Roxy-sama, tolong ambil semua kredit itu untuk dirimu sendiri]

(TL: Kredit disini barangkali seperti rasa terima kasih)
[Itu tidak akan terjadi. Bukankah kamu mengalahkan salah satu dari mereka?]

Aku memiliki masalah tertentu. Majikanku Rafal.
Jika mereka mendengar tentang ini, mereka akan marah karena aku mendapat bantuan dari salah satu Ksatria Suci lainnya, aku tidak tahu apa yang akan mereka lakukan terhadapku nanti. Selain itu, Rafal membeci Roxy, jadi dia akan menegurku lagi.

[Jika Rafal-sama mendengar tentang ini, situasiku akan buruk ...]

[Ah ... baiklah aku mengerti. Kami akan menangani kasus ini seperti yang kamu katakan.]

[Terima kasih banyak]

[Yang harus mengucapkan terima kasih adalah aku. Jika kamu tidak memberitahuku, itu akan menjadi kesalahanku]

Meskipun dia adalah Ksatria Suci yang memiliki kehidupan baik, persaingan di antara mereka tampaknya sangat parah. Aku tidak tahu kesulitannya karena aku berada di bawah.

[Oleh karena itu, tolong biarkan aku memberimu sebuah hadiah]

[Tidak, tidak apa-apa, Ksatria Suci berkata seperti inia....]

Aku adalah orang, yang selalu tunduk pada orang lain, merasa senang dengan wajahnya, dia mengembangkan pipinya dan cemberut. Aku terkejut karena dia tidak biasa membuat wajah seperti itu. Aku merasa dia sedikit lebih akrab denganku.

[Mari kita lihat ... Oh yeah]

Kemudia, Roxy menepukkan kedua tangannya dan memberi isyarat khusus.
Meskipun aku akan menerimasebuah hadiah, aku ingin tahu apa yang akanku dapatkan? aku menunggu dengan harapan.
Dan kemudian, sebuah suara mengejutkan keluar dari mulutnya.

[Apakah kamu ingin bekerja untuk Keluarga Heart? aku akan menanyakan hal ini kepada ayahku, aku yakin dia akan setuju dengan itu)

[Eh !? Tapi, aku sama sekali tidak memiliki keterampilan ... Ini diluar kemampuanku]

[Tidak ada hal seperti itu! bukankah kamu baru saja mengalahkan satu pencuri?]

Aku hanya beruntung saja sebelumnya, bahkan jika aku disuruh melakukan hal yang sama lagi, aku pikir itu tidak mungkin.

[Meskipun begitu ... bagiku ....]

Frustrasi dengan tanggapanku yang tidak jelas, dia kehilangan kesabaran dan menyatakanku sebuah pernyataan berani.

[Tentang Keluarga Burix, kamu tidak perlu khawatir tentang mereka. Atau, kamu mau bekerja di bawah Keluarga Burix sepanjang sisa hidupmu?]

[Uuh]

Sepertinya dia telah melihat kegelisahanku karena perlakuan dari Keluarga Burrix. Dia melakukan hal sejauh ini untuk mengatakan bahwa dia ingin mempekerjakanku. aku merasa seperti ingin meneteskan air mata.

Rafal dan kelompoknya sangat buruk, mereka akan memberiku banyak pekerjaan di masa depan hingga aku mati.
Di sisi lain, hidupku akan berwarna mawar jika bekerja di bawah perintah Roxy yang lembut dan elegan.
Sejujurnya, sejak awal, aku adalah penggemar Roxy.
Bukankah keinginanku pada dasarnya akan terpenuhi?

[Atas segalanya, terima kasih banyak. Roxy-sama!]

[Semuanya baik-baik saja. Karena sudah terlambat hari ini, tolong datang ke kediaman keluarga Heart di siang hari besok. aku akan menunggu]

Aku merasa senang, seperti aku ingin melompat-lompat. Aku membungkuk ke Roxy berkali-kali, lalu aku meninggalkan tempat itu.
Setelah gerbang benteng tidak terlihat, aku melompat dan berpose kegirangan.
Akhirnya, keberuntungan berpihak padaku. Entah bagaimana, tubuhku terasa lebih ringan dari sebelumnya, itu hal baik yang kurasa?
Ayo cepat dan kembali ke rumah kumuh untuk persiapan besok.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Tinggalkan jejakmu setelah membaca LN ini ya! jangan lupa saran dan masukannnya. 
                        
Selanjutnya: Chapter 3